Senin, 04 Januari 2016
Jumat, 11 September 2015
Rabu, 08 Juli 2015
Kidzania Jakarta | Taman Edukatif
KIDZANIA JAKARTA
![]() |
Jam operasional
Sebelumnya, pada awal-awal bulan operasional Kidzania Jakarta, Kidzania buka pada hari Senin sampai Kamis dengan dua sesi. Namun, menyadari bahwa kebanyakan anak harus masuk sekolah besok paginya, mulai pada pertengahan 2008, jadwal operasional tersebut diubah menjadi satu sesi saja, pada pukul 09:00 pagi hingga pukul 16:00 sore. Sedangkan Jumat hingga Minggu tetap dua sesi, dengan sesi pertama yang dimulai pada pukul 09:00 pagi hingga pukul 14:00 siang. Sedangkan sesi dua dimulai pada pukul 15:00 sore dan diakhiri pada pukul 20:00 malam. Setiap 15 menit sebelum sesi selesai, ada lagu "Farewell" yang akan menandakan semua aktivitas selesai pada sesi itu, dan dimainkan lagi 15 menit kemudian untuk menutup sesi 1 atau 2 pada hari itu.sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/KidZania_Jakarta
Gedung Arsip Nasional
| Gedung Landsarchief ("arsip negeri") pada tahun 1930-an |
Sejarah
Gedung ini adalah bekas kediaman gubernur jenderal VOC Reinier de Klerk dan dibangun di abad ke-18.Tahun 1900, ada rencana untuk membongkarnya dan membangun pertokoan di tempatnya. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen ("perhimpunan Batavia untuk seni dan ilmu"), yang justru didirikan de Klerk, turun tangan untuk menyelamatkannya. Antara lain, Genootschap menghibahkan mebel yang masih terlihat di gedung itu.
Hingga tahun 1925, gedung ini dipakai departemen Pertambangan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kemudian, tempat tersebut dijadikan Lands archief ("arsip negeri"), yang setelah Indonesia menjadi gedung arsip nasional. Tahun 1992, arsip nasional dipindahkan ke gedung baru di Jalan Ampera di Jakarta Selatan.
Tahun sama, ada kabar angin bahwa gedung lama akan dibongkar keluarga mantan presiden Soeharto untuk membangun pertokoan, seperti pada tahun 1900. Gedung ini diselamatkan sekelompok usahawan Belanda yang mendirikan Stichting Cadeau Indonesia ("yayasan hadiah Indonesia") yang ingin memberikannya sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-50. Yayasan tersebut mengumpulkan dana untuk memugarnya dan menjadikannya sebuah museum.
Pemugaran rampung awal tahun 1998. Tanggal 13 Mei terjadi kerusuhan di Jakarta. Bank yang letaknya di sebelah dibakar, dan Gedung Arsip memperbolehkan karyawan bank berlindung di dalamanya. Para perusuh mengejar mereka ke dalam, tapi diusir para buruh yang masih ada di tempat dan tidak ingin hasil pekerjaan mereka dihancurkan.
Kini, gedung dikelola oleh yayasan tanpa bantuan dari pemerintah dan dijadikan tempat pameran. Kebunnya buka dari pukul 6.00 sampai 18.00. Penduduk setempat diajak memakai kebun tersebut sebagai sarana umum.
| Salah satu ruang di dalam gedung Landsarchief pada tahun 1920-an |
| Halaman belakang gedung Landsarchief pada tahun 1920-an |
| Gedung Arsip Nasional (2013). |
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Arsip_Nasional
Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu
Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Pulau tidung ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.
Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang.
Sebagai salah satu tujuan favorit paket wisata, pulau tidung ini dapat ditemui perkampungan penduduk dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan, selanjutnya jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan warung dan menuju ke jembatan cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.
Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.
Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Tidung,_Kepulauan_Seribu_Selatan,_Kepulauan_Seribu
Langganan:
Komentar (Atom)



